20/12/2016
Alhamdulillah pada tanggal 5-8 desember 2016 Angkatan II SDIT Permata Bunda II Melanksanakan study tour ke planetarium dan PPIPTEK.
PP-IPTEK merupakan sarana pembelajaran luar sekolah untuk menumbuh-kembangkan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di masyarakat untuk segala generasi secara mudah, menghibur, berkesan dan kreatif. Melalui berbagai program dan peragaan interaktif yang dapat disentuh dan mainkan. Melalui interaksi ini, akan dapat mendorong tumbuhnya pemikiran tentang apa, mengapa, dan bagaimana iptek digali dan dimanfaatkan bagi kehidupan manusia agar lebih nyaman dan sejahtera.
Planetarium adalah satu dari berjuta hasil temuan manusia dalam kemajuan ilmu pengetahuan yang didalamnya terdapat berbagai pengetahuan tentang planet yang kita huni ini, planet bumi, serta planet-planet lain dengan berbagai cerita menarik yang tersaji didalamnya.
Sebelum kompas atau GPS ditemukan, manusia pada zaman dahulu menggunakan rasi bintang untuk menentukan arah mata angin.
Tujuan study tour angkatan 2 SDIT Permata Bunda II
1. Untuk menambah ilmu pengetahuan tentang Bumi dan Antariksa
2. Untuk mengetahui alat-alat yang berhubungan dengan IPTEK
3. Mengetahui rasi bintang yang berfungsi sebagai penunjuk arah
4. Mengetahui manfaat adanya rasi bintang bagi manusia menurut Al-Qur’an
Tempat kunjungan study tour permata bunda II Angkatan2
A. Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK)
Alat yang kami teliti adalah mengenai ‘Percepatan Sentripetal’
Ketika air berada didalam sebuah wadah semacam tabung, dan tabung diputar maka akan terlihat air membentuk pusaran. Dan bila wadah berbentuk persegi panjang tipis maka air akan berusaha menepi ketika wadah diputar. Akibatnya kump**an air dalam wadah terlihat seperti parabola.
Parabola merupakan bentuk setengah bola atau setengah lingkaran. Air dalam tabung mengalami gaya sentripetal. Gaya sentripetal merupakan nama yang diberikan untuk resultan gaya yang selalu mengarah ke pusat orbit.
Bila cairan dalam tabung kemudian diputar maka akan mengalami gaya sentrifugal fiktif yang mendorong mereka ke bagian tepi. Sehingga cairan cenderung bergerak ke tepi.
B. Planetarium
Planetarium yang terletak di Taman Ismail Marzuki, kita dapat melihat representasi dari tata surya itu sendiri. Salah satunya adalah planet-planet dan rasi bintang.
Rasi bintang atau konstelasi adalah sekelompok bintang yang tampak berhubungan membentuk suatu konfigurasi khusus. Dalam ruang tiga demensi, kebanyakan bintang yang kita amati tidak memiliki hubungan satu dengan lainnya, tetapi dapat terlihat seperti berkelompok pada bola langit malam.
Manusia memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam mengenali pola dan sepanjang sejarah telah mengelompokkan bintang-bintang yang tampak berdekatan menjadi rasi-rasi bintang.
Susunan rasi bintang yang tidak resmi, yaitu yang dikenal luas oleh masyarakat tapi tidak diakui oleh para ahli astronomi atau Himpunan Astronomi International, juga disebut asterisma. Bintang-bintang pada rasi bintang atau asterisma jarang yang mempunyai hubungan astrofisika, mereka hanya kebetulan saja tampak berdekatan di langit yang tampak dari bumi dan biasanya terpisah sangat jauh. Pengelompokan bintang-bintang menjadi rasi bintang sebenarnya cukup acak, dan kebudayaan yang berbeda akan memiliki rasi bintang yang berbeda p**a, sekalipun beberapa yang sangat mudah dikenali biasanya seringkali ditemukan, misalnya Orion atau Scorpius.
Himpunan Astronomi International telah membagi langit menjadi 88 rasi bintang resmi dengan batas-batas yang jelas, sehingga setiap arah hanya dimiliki oleh satu rasi bintang saja. Pada belahan bumi (hemisfer) utara, kebanyakan rasi bintangnya didasarkan pada tradisi Yunani, yang diwariskan melalui Abad Pertengahan, dan mengandung simbol-simbol Zodiak.