09/08/2017
MENGELOLA masa muda agar memili karakter kuat dalam keagamaan, merupakan suatu perjuangan yang tidak mudah dan sederhana. Sebab pertentangan yang paling berat dan sulit serta menantang dalam fase kehidupan kita adalah menundukkan masa muda untuk tumbuh dalam beribadah kepada Allah (syaabun nasya-a fi โibadatillah).
Dorongan kebaikan dan keburukan sama kuatnya. Semakin sering kita kalah dalam menghadapi godaan, seperti itulah akhir kehidupan kita. Semakin sering kita menang dalam pertarungan melawan musuh internal dan eksternal, akan seperti itulah akhir/ending kehidupan kita.
Itulah sebabnya Rasulullah menyebutkan di antara tujuh golongan yang memperolah naungan pada saat tiada naungan kecuali naungan dari-Nya pada hari kiamat adalah pemuda yang tumbuh dalam kerangka beribadah kepada Allah Subhanahu Wataโala.
Pemuda yang ingin sukses adalah pemuda yang pandai memanfaatkan peluang masa mudanya untuk maju dan berubah.Ia menyadari bahwa peluang itu tidak akan berulang. Ia memanfaatkan masa muda sebelum datang masa lemahnya (tua), masa sehat sebelum sakitnya, masa lapang sebelum sempitnya, masa terang sebelum masa gelapnya.
Ada ungkapan dalam sastra Arab yang melukiskan sebuah penyesalan di masa beruban. โAduhai alangkah indahnya jika masa muda kembali lagi hari ini, akau akan menceritkan kepahitan pada masa beruban.โ
Mencermati dinamika kehidupan yang fluktuatif dan terus berubah, para pemuda Muslim dituntut memiliki modal kuat khususnya dari ajaran Islam, agar kelak di masa tua tak menyesal.
Setidaknya ada beberapa kemampuan yang perlu dimiliki para pemuda Muslim hari ini; mencakup daya pikir (ijtihad), daya kalbu (mujahadah), dan daya raga (jihad) dalam arti yang seluas-luasnya.Termasuk jihad peradaban (kehidupan) di mana memilih hidup dalam kemuliaan Islam dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah.
Jagalah Allah
ุนููู ุฃูุจูู ุงููุนูุจููุงุณู ุนูุจูุฏู ุงูููู ุจููู ุนูุจููุงุณู ุฑูุถููู ุงูููู ุนูููููู
ูุง ููุงูู: ููููุชู ุฎููููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููู
ุงูุ ููููุงูู: ููุง ุบููุงูู
ู ุฅููููู ุฃูุนููููู
ููู ููููู
ูุงุชู: ุงูุญูููุธู ุงูููู ููุญูููุธูููุ ุงุญูููุธู ุงูููู ุชูุฌูุฏููู ุชูุฌูุงููููุ ุฅูุฐูุง ุณูุฃูููุชู ููุงุณูุฃููู ุงูููู ููุฅูุฐูุง ุงุณูุชูุนูููุชู ููุงุณูุชูุนููู ุจูุงููููุ ููุงุนูููู
ู ุฃูููู ุงููุฃูู
ููุฉู ูููู ุงุฌูุชูู
ูุนูุชู ุนูููู ุฃููู ููููููุนููููู ุจูุดูููุกู ููู
ู ููููููุนููููู ุฅููุงูู ุจูุดูููุกู ููุฏู ููุชูุจููู ุงูููู ููููุ ููุฅููู ุงุฌูุชูู
ูุนููุง ุนูููู ุฃููู ููุถูุฑูููููู ุจูุดูููุกู ููู
ู ููุถูุฑูููููู ุฅููุงูู ุจูุดูููุกู ููุฏู ููุชูุจููู ุงูููู ุนูููููููุ ุฑูููุนูุชู ุงููุฃููููุงูู
ู ููุฌููููุชู ุงูุตููุญููู [ุฑูุงู ุงูุชุฑู
ุฐู ููุงู: ุญุฏูุซ ุญุณู ุตุญูุญ ููู ุฑูุงูุฉ ุบูุฑ ุงูุชุฑู
ุฐู: ุงุญูููุธู ุงูููู ุชูุฌูุฏููู ุฃูู
ูุงู
ูููุ ุชูุนูุฑูููู ุฅูููู ุงูููู ููู ุงูุฑููุฎูุงุกู ููุนูุฑููููู ููู ุงูุดููุฏููุฉูุ ููุงุนูููู
ู ุฃูููู ู
ูุง ุฃูุฎูุทูุฃููู ููู
ู ูููููู ููููุตูููุจูููุ ููู
ูุง ุฃูุตูุงุจููู ููู
ู ูููููู ููููุฎูุทูุฆูููุ ููุงุนูููู
ู ุฃูููู ุงููููุตูุฑู ู
ูุนู ุงูุตููุจูุฑูุ ููุฃูููู ุงููููุฑูุฌู ู
ูุนู ุงููููุฑูุจู ููุฃูููู ู
ูุนู ุงููุนูุณูุฑู ููุณูุฑุงู].
Dari Abu Al โAbbas, โAbdullah bin โAbbas radhiyallahu anhu, ia berkata: Pada suatu hari saya pernah berada di belakang Nabi shallallahu โalaihi wa sallam, beliau bersabda: โWahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjaga kamu. Jagalah Allah, niscaya kamu akan mendapati Dia di hadapanmu. Jika kamu minta, mintalah kepada Allah.Jika kamu minta tolong, mintalah tolong juga kepada Allah. Ketahuilah, sekiranya semua umat berkumpul untuk memberikan kepadamu sesuatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang sudah Allah tetapkan untuk dirimu. Sekiranya mereka pun berkumpul untuk melakukan sesuatu yang membahayakan kamu, niscaya tidak akan membahayakan kamu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.โ (HR. Tirmidzi). (dari Syarh Hadits Ke-19 Arbain an Nawawiyyah)