Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya

Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya, Jalan Kebonsari Baru Selatan No. 1 Jambangan Surabaya, Bandar Surabaya.

31/07/2019

BEBAN HIDUP

"Menahan hak orang lain hanya akan membuat hidupmu semakin berat beban," kata nenek penjual jajan keliling yang di atas kepalanya ada wadah berat berisi kue.

"Beban hidup itu bukan berat barang yang dibawa melainkan beban rasa, beban hati dan beban tanggung jawab," lanjut nenek sambil tersenyum pergi.

Ambillah apa yang menjadi hak kita, berikan hak orang lain kepada yang berhak. Mintalah nasehat pada hati dan jiwa kita, bukan meminta pertimbangan pada nafsu kita. Hati nurani tak pernah bohong dan tak pernah senang akan sesuatu yang melanggar hukum dan etika.

Nikmati apa yang menjadi hak kita dan jangan menikmati apa yang menjadi milik orang lain. Jangan menjadi parasit bagi kehidupan orang lain, karena cepat atau lambat parasit itu akan dicemooh dan ditebang lalu dibuang. Salam, AIM, murid si nenek

12/07/2019

NASEHAT IMAM MALIK KEPADA IMAM SYAFII YANG DITERMAHAKAN DAN DIJELASKAN IMAM MAWARDI

Imam Malik, sang guru, berwasiat 3 perkara kepada Imam Syafii, sang murid:

Pertama: Engkau wajib membiasakan diri berkata 'SAYA TIDAK TAHU." Itu adalah ilmu para ulama.

Jangan mudah mengeluarkan fatwa, apalagi memang BELUM BANYAK BELAJAR DAN BELUM ALIM.

30/06/2019

JADILAH MANUSIA YANG BERKARAKTER BAGAI AIR

Bulan ini saya berkali-kali harus seberangi lautan menuju p**au-p**au kecil untuk menyapa masyarakat kep**auan. Air laut tetap saja menampakkan wajahnya yang alami. Ia tak mengeluh walau di atasnya diberikan beban berat memikul perahu kecil sampai perahu besar bahkan juga kapal yang memuat berton-ton bahan kebutuhan manusia. Air laut tak mengeluh. Ia tetap tenang dalam memikul takdirnya. Andai kita bisa sesabar lautan.

Walau terus saja memanggul tugas berat, di dalam air laut ada berbagai jenis ikan yang menghibur dan bermanfaat sebagai makanan bergizi bagi manusia. Lebih jauh lagi, perut lautan menyimpan banyak mutiara nan indah dan mahal. Alangkah indahnya andaikan kita bisa seperti air lautan yang di kedalaman hati selalu berisikan niat baik, cinta dan kasih sayang yang indah dan berharga mahal.

Selain air laut, ada p**a air hujan yang sering ditunggu kehadirannya untuk memancing tanah mengeluarkan aroma khasnya. Air hujan itu mampu menghidupkan tanah mati yangvkering kerontang. Andai kita menjadi bagai air hujan yang mampu memotivasi dan menginspirasi orang lain, yang mampu membuat orang lain tersenyum bahagia dan mampu menghidupkan asa yang sudah lama mati diterkam ketakpastian.

Air danau adalah potret kedamaian, kesejukan dan keindahan. Duduk di samping danau adalah sebuah impian para pencari bahagia hati. Airnya tenang, berwarna sejuk jernih dan memberikan kesempatan para ikan menunjukkan keindahan tariannya. Andai kita bisa bagai air danau yang menjadi rujukan para manusia yang mencari tenang dari masalah yang dideranya, betapa bahagianya.

Sudahkah kita menjadi bagai air? Ataukah kita bagai api yang membakar apa saja, bergejolak terus dengan penuh kesombongan? Ah, ku yakin semua saudara dan sahabatku adalah air yang menyejukkan yang tulus ikhlas dalam hubungan saling menguntungkan. Salam, AIM@Jember

09/06/2019

SOALAN BIASA: MENGAPA KITA TAK BOLEH MENGHINA ORANG LAIN?

Sejak saya kecil dulu, para guru dan tetua kampung sering mengajarkan agar tidak mudah menghina orang lain. Alasan utamanya ada dua: pertama adalah siapa tahu nantinya orang yang dihina itu berubah perilaku menjadi manusia mulia; kedua adalah siapa tahu orang yang dihina itu memiliki simpanan amal kebaikan yang disembunyikan, yang hanya dia dan Allah yang mengetahuinya.

Adalah fakta bahwa ada banyak orang yang berupaya menampilkan kebaikannya dan kelebihanya di hadapan orang banyak dan menyembunyikan ejeleman dan kekurangannya sedemikian rupa. Manusia semacam ini disebut terjangkit penyakit jiwa yang disebut eksibisionis. Ada banyak orang yang tertipu dengan penampilannya di depan publik.

Sebagian orang ada yang lebih s**a "menampilkan" kekurangannya dan menyembunyikan kebaikannya. Saya bertemu dengan beberapa orang tipe ini. Tiap pengajian orang ini selalu duduk di belakang dan sering kali hadir paling akhir. Banyak orang yang membicarakan beliau dan mencibir. Saya bersyukur akhirnya saya tahu bahwa beliaulah pendana pengajian-pengajian yang diadakan oleh para orang miskin. Beliau sendiri tidak tampak sebagai orang kaya. Pernah juga saya bertemu dengan seorang yang dihina dan difitnah habis-habisan sementara beliau hanya tersenyum dan terus berbicang tentang ummat. Saat saya bertanya mengapa orang-orang banyak mencibir dan menghinanya, beliau menjawab: "Guru saya bertanya mana yang paling saya s**a antara jalan hidup dipuja-puja dan jalan hidup dihina-hina, saya memilih tang kedua. Yang penting saya tak melakukan hal hina di hadapan Allah."

Sungguh mulia dan hina yang hakiki itu hanya Allah yang tahu. Karenanya, jangan senang-senang menilai jelek orang lain. Orang yang rajin sebar uang belum tentu orang baik, bisa jadi itu memang uangnya rakyat yang dikorupsinya yang dibagi-bagikan lagi demi membeli suara. Orang yang melempar sekoper uang di pasar dan kemudian melarikan diri itu jangan dikejar dan diteriaki sebagai copet. Karena ternyata setelah berhasil menghilang dari pasar dia bersujud di masjid sambil berkata: "Ya Allah biarlah mereka menyebut dan menuduhku sebagai copet, yang penting Engkau tahu bahwa semua kulakukan hanya demi Engkau, bukan demi lainnya.

Nah, unik bukan? Masih mau menghina dan menilai jelek orang lain? Maafkan saya jika saya salah menilai para penjenengan ya.Salam, AIM

Address

Jalan Kebonsari Baru Selatan No. 1 Jambangan Surabaya
Bandar Surabaya
60233

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share