17/01/2020
tahun 2015 ada 612 Seniman di seluruh Aceh menurut data Disbudpar Aceh yang di tandatangani oleh Drs. Reza Fahlevi. dari data tersebut, seniman paling banyak tinggal di kota Banda Aceh yaitu sebanyak 82 orang. Kota Subulussalam merupakan daerah yang paling sedikit senimannya, yaitu sebanyak 5 orang.
dari data tersebut, dapat dilihat bahwa tidak sampai 1.000 orang yang harus di urus oleh Pemerintah Aceh, dalam hal ini Disbudpar Aceh, dibandingkan dinas Sosial atau Baitul MAl yang harus mengurus Dhuafa melebihi angka 1.000 (lihat kebutuhan rumah dhuafa).
kalau di bebankan ke pemerintah kabupaten/kota, maka kota Banda Aceh adalah yang paling banyak senimannya. kalau perorang seniman di subsidi 24.000.000/tahun oleh pemerintah untuk berkarya, maka hanya butuh dana Rp. 1.968.000.000 dari Anggaran kota Banda Aceh. anggaran ini yang paling besar diantara Kabupaten/kota lainnya.
lalu bagaimana dengan Disbudppar Aceh? mereka cukup menampung karya tersebut dan mempromosikannya. jika dibagi rata untuk 612 seniman tersebut; Rp. 20.000.000 juga, maka dibutuhkan dana Rp. 12.240.000.000,-
dengan anggaran tersebut Insya Allah akan Aceh akan memiliki 612 karya seni setiap tahunnya dan insya Allah akan mengurangi kemiskinan.