15/02/2025
Syahbandar Mu'tabar Khan
Dalam dunia kelautan, dikenal sebuah jabatan dengan nama Syahbandar. Ia, merupakan Otoritas tertinggi dalam dunia kelautan yang bertugas mengurusi urusan kelautan semisal penarikan pajak dan lainnya.
Kata syahbandar (شاة بندر /terkadang juga ditulis dengan ibarat شهبندر) tersusun dari dua suku kata, yang kedua suku kata tersebut berasal dari bahasa Persia. Kata "شاة" memiliki arti raja atau pun penguasa. Sedangkan kata "بندر " bermakna pelabuhan. Dengan demikian, syahbandar dapat bermakna penguasa/pengendali pelabuhan (port master/harbour master). Kantor syahbandar, pertama kali di bangun di persia. Dari sana, kemudian menyebar ke seluruh perairan di kawasan samudera Hindia.
Syahbandar Dari Masa Lampau
Tahun 1438 H/2016 M, tim Mapesa Aceh, telah menemukan sebuah makam yang terletak tak jauh dari aliran Krueng Aceh. Setelah dibersihkan dan diteliti, nisan ini memuat epitaf yang berbunyi:
هذا تراب نسان شهبندار معتبر خان معزول ابن لقسمان فكن فاكي
Terjemahan:
Ini [adalah] tanah [kubur] nisan Syahbandar Mu'tabar Khan Ma'zul bin Laksamana Peukan Pagi.
Melalui epitaf yang terpahat pada nisan makam ini, kita dapat langsung mengetahui bahwa tokoh yang di makam kan di tempat itu adalah seseorang dengan nama Syahbandar Mu'tabar Khan Ma'zul. Ia merupakan putera dari-menurut bacaan terbaru-Laksamana Peukan Pagi. Nama yang terakhir disebut ini, sampai saat ini belum diketahui dimana ia telah disemayamkan.
Pada batu nisannya, tidak ditemukan penanggalan tarikh wafat. Namun, sebuah surat yang kini tersimpan di Copenhagen, Denmark, dengan terang menyebutkan bahwa ia termasuk salah satu dari beberapa tokoh yang menyaksikan pembayaran washil 'usyur kapal Denmark yang berlabuh di perairan Aceh. Ini terjadi pada tahun 1147 H/1734 M.
Makam Syahbandar Mu'tabar Khan terletak di Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh. Lihat lokasinya pada:
https://maps.app.goo.gl/mvhYDegckdpUnJtY9
Note: Pembacaan "Peukan Pagi" dari kalimat terakhir yang terpahat pada batu nisan adalah bacaan terbaru yang dikeluarkan oleh peneliti sejarah kebudayaan Islam Aceh, Tgk. Taqiyuddin Muhammad. Menurut beliau, lafad "Peukan Pagi" lebih mendekati kepada yang benar daripada lafad "Yakan Faki".
Sumber bacaan:
-https://www.mapesaaceh.com/2016/12/mapesa-temukan-makam-syahbandar-dan_8.html
-Mizuar Mahdi (ed.) Melintasi Jejak Perjalanan Sejarah Aceh
Foto:Dokumentasi Mapesa Aceh
*Selamat berlibur dan menikmati masa liburan bagi saudara kami yang telah diizinkan pulang ke kampung halaman oleh gurunya. Dalam masa liburan ini, alangkah baiknya diisi dengan berbagai kegiatan positif seperti membaca dan me-muraja'ah (mengulang) kembali pelajaran.
Punge Blang Cut, 16 Sya'ban 1446 H.